Home > Indonesian > Background Speakers Course > How to Approach the Exam > Advice > Advice: reading and responding
(translated from the Stage 6 Indonesian Background Speakers syllabus)
Bagian II ujian tertulis dirancang terutama untuk menguji pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam bertukar informasi, pendapat, dan gagasan, serta menganalisis, mengevaluasi dan menanggapi informasi, pendapat dan gagasan dari wacana tertulis. Wacana dalam bagian ini akan dikaitkan dengan masalah-masalah kontemporer yang disarankan. Bagian II ini mengacu pada Tujuan 1, 3 dan 4.
Bagian II ujian tertulis terdiri atas dua bagian. Di dalam bagian A, siswa akan menanggapi satu atau beberapa wacana yang disarankan. Di dalam bagian B, siswa akan bertukar informasi untuk menanggapi sebuah wacana baru (unseen text). Pertanyaan dalam bagian A akan disampaikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sedangkan jawabannya bisa dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris.
Pertanyaan dalam bagian B akan disampaikan dalam bahasa Indonesia, sedangkan jawabannya harus diberikan dalam bahasa Indonesia juga.
Ada dua tugas dalam bagian ini.
Tugas pertama berdasarkan pada kutipan sepanjang maksimal 500 kata yang disarikan dari salah satu wacana yang disarankan. Siswa harus menjawab sejumlah pertanyaan, satu atau beberapa di antaranya membutuhkan jawaban panjang terdiri dari serangkaian (beberapa) paragraf. Pertanyaan-pertanyaan itu akan meminta siswa untuk mengenali,
mendiskusikan dan menganalisis ciri-ciri wacana tersebut, misalnya:
Dalam tugas kedua, siswa diminta mengevaluasi ciri-ciri dari satu atau beberapa wacana yang disarankan. Bila pertanyaan mengacu pada lebih dari satu wacana, wacana-wacana tersebut akan mengambil tema yang sama.
Pertanyaan akan meminta siswa untuk membuat rujukan ke suatu tema, dari mana wacana yang diwajibkan itu diambil. Akan dijelaskan kepada siswa seberapa panjang jawaban yang diminta untuk setiap tugas.
40% dari nilai HSC dihitung berdasarkan jawaban anda dalam bagian ini. Pertanyaan dalam Reading and responding Part A
Anda harus menjawab dua pertanyaan dalam bagian ini.
Untuk salah satu pertanyaan anda diberi petikan/penggalan dari salah satu prescribed text yang panjangnya tidak lebih dari 500 kata. Anda harus menjawab pertanyaan tentang unsur-unsur wacana tsb termasuk:
Paling sedikit satu di antara jawaban anda hendaknya satu-dua paragraf panjangnya
Pertanyaan yang lain berupa:
Jawaban anda harus mencakup topik yang anda pelajari maupun unsur-unsur sastra teksnya.
Bagian ini menguji:
| Tema | Masalah-masalah Kontemporer |
|---|---|
| Individu dan Masyarakat |
|
| Budaya Anak Muda |
|
| Pariwisata di Indonesia |
|
| Lingkungan Hidup |
|
Disarankan anda membagi waktu menurut panjangnya jawaban yang dibutuhkan dan jumlah markah yang disediakan untuk setiap pertanyaan.
Dalam mengerjakan tugas pertama dalam bagian ini, sebaiknya anda:
Apabila jawaban yang diminta bersifat spesifik, pastikan unsur-unsur apa yang harus anda masukkan dalam jawaban, misalnya:
Apabila sesuai dengan pertanyaan, jangan ragu mengemukakan pendapat pribadi anda dengan tak lupa memberi dukungan terhadap apa yang anda tulis.
Tulislah jawaban anda secara runtut menurut instruksi yang diberi. Kalau anda diminta menulis esei ada baiknya anda membuat secara ringkas garis besar (outline) esei anda.
Apabila menjelaskan tentang gaya penulisan, termasuk piranti sastra (literary devices), jangan menjelaskan secara terpisah dari konteks karyanya dan pertanyaannya.
Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian, hendaknya anda selalu memberikan bukti-bukti atau contoh-contoh untuk jawaban anda.
Untuk tugas kedua dalam bagian A
Apabila anda diminta untuk memberikan tanggapan tentang wacana tertentu atau tentang salah satu komponen wacana (misalnya tema, pesan atau sikap), anda dapat menjawab dengan mengemukakan pendapat pribadi berdasarkan
Dalam jawaban anda tentang pandangan atau sikap penulis terhadap tema yang ditulisnya, hendaknya anda menjelaskannya dengan detil. Misalnya "Menurut penulis, walaupun turisme mungkin berdampak positif dari segi ekonomi, secara budaya mungkin merugikan". Ini lebih baik daripada hanya menulis "Pesan penulis adalah tentang turisme". Setelah menuliskan pandangannya, jelaskan dengan memberi bukti/contoh.
Untuk teknik menjawab pertanyaan, pelajari bagian Exam Technique.
Dapat pula anda diminta untuk secara langsung menjawab pertanyaan tentang penulisan wacana. Contoh: Bahaslah segi ironi dalam cerita Nama.
Mungkin anda diminta menulis
Tugas yang agak berbeda adalah permintaan agar anda menjadi salah satu tokoh dalam salah satu wacana yang sudah anda pelajari, dan menceriterakan kembali peristiwa-peristiwa dalam wacana tersebut. Untuk mengerjakan tugas semacam ini, usahakanlah agar anda menjiwai tokoh yang dipilih dan mengungkapkan peristiwa-peristiwanya dari sudut pandang tokoh tersebut (gaya bicaranya, bahasa yang digunakan, pandangannya terhadap suatu masalah dsb).
|
Plot/alur ceritera
|
Alur ceritera adalah bagaimana
kejadian-kejadian dirangkai (biasanya berdasarkan sebab
akibat) mulai dari titik awal menanjak terus sampai titik
klimaks untuk kemudian menurun dan mencapai resolusi atau
penyelesaian.
Peristiwa-peristiwa yang membuat alur ceritera menanjak adalah persoalan-persoalan yang menimbulkan konflik. Konflik-konflik inilah yang akan membawa ceritera menanjak menuju titik klimaks yaitu saat karakter berada pada titik penentuan apa yang akan terjadi pada dirinya (saat puncak penentuan nasibnya). Setelah titik klimaks alur akan menurun dan mencapai resolusi atau penyelesaian masalah. Hanya perlu diingat bahwa tidak semua plot mencapai resolusi atau 'closed ending' (akhir yang jelas). Ada juga yang tidak mempunyai closed ending, melainkan 'open ending' (akhir yang terbuka). Yang dimaksud adalah bahwa konflik yang terjadi belum menemukan pemecahan, atau masih berlanjut. Penulis mempunyai tujuan tertentu dalam mengakhiri karyanya seperti itu, misalnya untuk menunjukkan bahwa memang dalam kenyataannya persoalan yang seperti ditulis dalam karyanya belum mendapat penyelesaian. |
|---|---|
|
Konflik
|
Konflik adalah dasar suatu plot. Apabila tidak ada
konflik maka tidak ada ceritera. Melalui konflik dan
penyelesaiannya (kalau ada) tema-tema diajukan.
Ada beberapa jenis konflik:
|
|
Tokoh/karakter dan penokohan/karakterisasi
|
Melalui tokoh dengan konflik-konfliknya yang bergerak
sepanjang alur, penulis menyampaikan tema dan
pesan-pesannya. Dalam sebuah karya sastra termasuk
drama, ada beberapa pembagian tokoh:
Penokohan/karakterisasi adalah cara penulis menggambarkan tokoh-tokohnya. Apakah penulis menggambarkan tokohnya:
Realistis adalah sebagaimana manusia pada umumnya, mempunyai kelebihan dan kekurangan. Tidak realistis sebaliknya adalah penggambaran tokoh yang berlebihan: yang baik digambarkan baik sekali tanpa kekurangan seperti superman, sedangkan yang buruk atau jahat digambarkan kelewat jahat tanpa ada setitik kebaikan (contoh lain: yang beruntung selalu beruntung, yang malang terlalu malang).
Penggambaran tokoh yang ringkas dengan berlebih-lebihan menekankan ciri-cirinya yang menonjol. Penggambaran ini digunakan untuk maksud meledek, mengejek ataupun menyindir. Sering karenanya tokoh tampil lucu.
Penggambaran tokoh yang digunakan hanya untuk mewakili gambaran umum yang dimiliki masyarakat tentang kelompok tertentu. Misalnya seorang tokoh wanita yang stereotypical adalah lemah, suka menangis dll. |
|
Latar (setting)
|
Latar adalah tempat dan waktu (di mana dan kapan)
suatu ceritera terjadi. Yang harus diperhatikan dalam
latar adalah tidak hanya segi fisik dari latar itu. Latar
sebenarnya memberikan informasi yang sangat penting
tentang keadaan masyarakat dimana ceritera itu terjadi
pada waktu itu. Anda dapat mempelajari segi sosial
budaya, ekonomi, politik masyarakat tersebut.
Pengertian tentang masyarakat tempat ceritera terjadi sangat penting untuk pemahaman seluruh novel, misalnya memahami tindakan seorang tokoh, memahami pesan yang ingin disampaikan oleh penulis. |
|
Tema dan pesan
|
Tema adalah topik yang digarap oleh seorang penulis melalui karya sastranya. sedangkan pesan adalah apa yang ingin disampaikan oleh menulis mengenai tema tertentu. |
|
Nada dan suasana
|
Suasana lebih menjelaskan suasana karya itu, apakah
sebuah karya menciptakan suasana yang gembira, kelam dsb.
Adakah penulis ingin menunjukkan nada tertentu tentang
topik yang digarapnya, misalnya mencemooh, sinis dsb.
|
|
Sikap penulis
|
Sikap penulis adalah keberpihakannya terhadap masalah yang digarapnya. |
|
Gaya penulisan
|
Gaya penulisan sangat luas pengertiannya. Ini mencakup bagaimana penulis menuliskan karyanya dengan menggunakan teknik dan piranti sastra yang ada. Bahkan karakterisasi dapat dimasukkan ke dalam gaya. |
|
Bahasa
|
Bagaimana bahasa yang digunakan penulis. Apakah dia menggunakan ragam bahasa tertentu, adakah penghalusan (eufemisme), adakah pengertian ganda dalam kata-kata yang digunakan dsb. Kemudian, mengapa dia memakai bahasa seperti itu. |
|
Simbolisme
|
Apakah penulis menggunakan simbol. Simbol adalah sesuatu yang biasanya konkrit yang digunakan untuk mewakili suatu pengertian yang abstrak. Simbol digunakan selain untuk segi keindahan, juga untuk menjelaskan dengan lebih bening artian yang abstrak. Semisal, Rendra memakai burung gagak (hitam, menakutkan) untuk menggambarkan kelaparan. |
|
Ironi
|
Ironi yang sering dipakai dalam sastra adalah ironi keadaan. Inti ironi adalah kontras, kontras antara apa yang diharapkan dengan apa yang terjadi. Apa yang lumrah dengan kenyataan. Ironi dipakai untuk menggambarkan dengan lebih gamblang suatu keadaan, dan melaluinya sering pesan disampaikan. Contoh: Seseorang menuruti saran untuk pergi ke suatu kota guna menghindarkan diri dari suatu bahaya. Ironisnya, justru di kota itu dia mengalami mala petaka. |
(translated from the Stage 6 Indonesian Background Speakers syllabus)
Dalam Bagian B, siswa akan membaca sebuah wacana baru (unseen text) dalam bahasa Indonesia. Panjang wacana ini antara 250 sampai 350 kata, dan akan mengacu pada salah satu masalah kontemporer yang disarankan. Siswa diminta untuk bertukar informasi untuk menanggapi pendapat, gagasan dan informasi di dalam wacana. Tugas ini akan menjelaskan konteks, tujuan, dan sasaran wacana. Jenis wacana yang harus disajikan siswa akan diambil dari daftar jenis wacana yang diwajibkan untuk pemakaian produktif di dalam silabus. Akan dijelaskan kepada siswa seberapa panjang jawaban yang diminta.
Sesuai dengan kurikulum BOS, pertanyaan-pertanyaan dalam ujian Reading and responding Part B akan menguji anda dalam hal-hal berikut ini:
Berikut ini adalah beberapa saran tentang teknik untuk mengerjakan ujian HSC Bahasa Indonesia BS bagian Reading and responding Part B
Dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan ujian, hendaknya anda:
Jenis wacana, yang diwajibkan untuk pemakaian produktif di dalam silabus, yang sesuai untuk bagian ini termasuk surat, artikel, naskah pidato, wawancara, laporan, pengumuman dan peristiwa yang diceritakan kembali.
Untuk teknik menjawab pertanyaan, pelajari bagian Exam Technique.
Pertanyaan/perintah mencakup keterampilan
|
gambaran, gambarkan
|
berilah deskripsi, keterangan yang dapat anda berikan tentang sesuatu yang ditanyakan |
|---|---|
|
nilai
|
sesuatu yang dijunjung tinggi, dianggap penting, dihargai atau juga dianut |
|
aspirasi
|
cita-cita, tujuan, harapan untuk masa depan |
|
nada
|
suasana hati, maksud yang terselip, misalnya, nada mengejek, mencemooh |
|
sikap
|
pendapat, tanggapan, pendirian tentang masalah tertentu. Sikap ini biasanya melandasi perbuatan. |
|
mengacu, acuan
|
melihat/mempelajari bahan (dalam konteks ini wacana) tertentu |
|
merujuk, rujukan
|
menuliskan jawaban |
|
teknik penulis/pembicara
|
semua cara yang dipakai penulis/pembicara untuk
menyampaikan masalah, pesan serta nada dan sikapnya.
Ini dapat mencakup:
|
|
dibicarakan
|
didiskusikan, dibahas, diterangkan, bahkan juga dipertanyakan |
|
bandingkan (dari sudut gaya bahasa dan teknik-teknik
lain)
|
cari persamaan dan perbedaan |